Selasa, 04 Oktober 2011

Merindu

gelap mendekap,
yang ada hanya hitam pekat
di balik kubah tambun ini ku lemah
mengemis segaris cahaya

tergantung tak beralas,
melamun namun terbayang
memeluk angin, pengap nan gelap

semakin pekat,
bayangmu mendekat
aku menolak,
semakin kau dekat

"aku merindu", kataku
dan kau hilang beriringan terang

Minggu, 25 September 2011

Sukmamu

angin yang membawamu
memikul alunan sejuk
terik tak ku harap datang

mewangi kian semerbak,
menampik curiga ku dibuatnya

melamun kemudian mengembun,
mewangi kemudian merasuk

sukmamu,
ragamu dan harapmu
bersatu membentuk melodi

Minggu, 11 September 2011

Seperempat Bulan

melodi demi melodi merusak,
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar

kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa

masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan

ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua

esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang

ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang

esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat

selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku

aku malu

ronamu masih berbisik,
menarik mungkin menggelitik
nistaku meluap,
mengkristal menjadi padam
gelap, ku hanya menari
membayangkan ronamu

ku peluk namun tak mampu
ku cium namun kau pergi
ku kejar namun tak sampai
semakin jauh, mengecil
mengecil semakin mengecil

sampai tiba waktuku
ku kan mengejarmu
aku malu,
duduk di atas kursi rodaku

Jumat, 02 September 2011

ludahilah aku

tolong !
ku tak bisa tenggelam !
aku haus , aku lapar
aku hina , aku sampah
aku tak bisa lagi menggerutu
aku tak bisa lagi menangis
aku tak bisa lagi lapar

ingin ku kembali menjadi kaum terbuang
penuh siksa , penuh luka
ku tak dapat bernapas disini
tolong ! tolonglah aku !
kembalikan aku ke duniaku
sampah ! dunia sampah

ku butuh oksigenku, ku butuh ludahmu
ludahilah aku

Selasa, 30 Agustus 2011

maaf, ini cita-citaku

seorang anak lelaki periang yang selalu tersenyum dan tertawa
tak ada sedikitpun raup kesedihan terpancar
berkarisma berwibawa
harapan kedua orang tuanya kelak saat ia berhasil

dipinggir jalan sambil tertawa ibunya bertanya, "apa cita-citamu nak?"
jawab sang anak,
"mati muda."

kemudian, ibu menangis.

Senin, 29 Agustus 2011

ya, Ini Malam Takbir

malam ini syahdu, 
semua berkumandang, semua berteriak
gelap malam telah sirna
rembulan dan bintang punya teman kali ini
dentuman dentuman kembang api berikan komposisi gelap langit

Allahu Akbar Allahu Akbar !
seruan keras sepanjang jalan
lentera lentera cantik berikan penerang setiap jalan
ratusan anak ikut berkumandang tak kenal lelah
ya, ini hari bahagia mereka 

tapi tunggu,
seorang kakek tua berjalan terseret seret dan tertatih
wajahnya lusuh, kulitnya keriput
di sebuah jalan kecil ia berjalan
dingin malam takbir tak seimbangkan panasnya api obor
ia mendekatiku dan bertanya,
"apakah ini sudah waktunya berbuka nak?"

Minggu, 28 Agustus 2011

Sudah Merdeka Bung !

bangun keparat !
ini sudah siang,
nikmatkah dijajah? reruntuhan masih ada bung !
puing-puing belum sirna
sisa-sisa masih melekat

bangun kembali !
merdeka masih membara?
atau sudah sirna?

bangun !
kapan mau maju jika melulu dimanja ?

Sabtu, 27 Agustus 2011

Tergantung

seorang pria terdiam
bimbang terbentang, masih diambang
seorang wanita menawan datang menghampiri,
"maafkan aku"
"adakah salah? aku tidak merasa tergantung", sahut pria itu
wanita itu menjawab, "aku menyayangimu!"
"sebatas kemarin sore kah? aku tau itu", tegas pria

semakin geram,
terus menerus memukuli batang oak
darah bercucuran, memar menghantar
lalu pria itu berkata,
"aku terjebak skenariomu"

kemudian hilang.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Ampun DJ

bola disko berputar
karpet merah menghantar
menuju ruangan penuh kilauan lampu disko
sorotan tajam lampu tak kuasa menyilaukan
semua tersorot, semua terkagum

DJ mulai memainkan lagu
tak kuasa badan bergetar
ikuti irama berdendang

disko tlah di mulai bung !
bangkit ! berjogetlah !

penonton terpaku,
aktornya adalah wanita
AMPUN DJ !

Senin, 08 Agustus 2011

Dinding Lembab

meratap ku sendiri
tak ada kawan ku berdiri
lemah aku menopang,
dosa ini sungguh berat
mengasap melembab

mencari dimana pencipta di ujung hidup
tak dapat lari, hanya bisa menangis
sungguh ku lukai Kau
ku ingin kembali

kemana Kau? ku tak bisa mencari
dan ku menempel dinding lembab ini
ku meratap,
"masihkah ku berarti di mata-Mu?"

Minggu, 07 Agustus 2011

Tarian Lelaki

semua berteriak !
ruangan bergemuruh
musik dimulai, semua hanyut terdiam
tak ada kata, tak ada benak
semua luluh

selalu semangat tak kenal keringat
cucuran tak pandang lawan
selalu menggembira
bukan gila ! hanya kegirangan

semua menikmati, semua tertawa
goyangan bohay kelelakian bergeliat
ngawur tapi melentur
banyolan bukan tangisan
semakin bersemangat, semakin semua berteriak

keringatmu untuk mereka
semangatmu untuk mereka
mereka bukan hanya dia dan dia
rusak suasana hening jadi luapan emosi gembira penuh tawa

mungkin ini rayuan godaan klise
semakin menghibur
bersemangatlah, lelaki

Sabtu, 06 Agustus 2011

Mampir Mati

Astaga !
mimpi apa aku semalam
tak ada bisikan 
kau datang tak kenal tujuan
sakit meronta

ku kenal dia sebelumnya
kini menghampiriku
memasuki lorong lembab
menuju titik terang
kulihat taman firdaus
sunyi, hanya aku dan dia

semakin dekat,
dan seorang berbisik
"kembali, bukan sekarang waktumu"
gegas ku kembali

kubuka mata
terkejut aku semua lari
dan aku masih di dalam peti

Kamis, 04 Agustus 2011

Hawa

terima kasih kau lahirkanku
tak pedulikan nyawamu
kau lahirkanku di dunia
tak pedulikan tenagamu
kau keluarkanku ditengah kerasnya dunia
ajaran demi ajaran kau beri
penambah semangatku

kelak, ku akan pergi
bukan untuk meninggalkanmu
tapi untuk mengembara meraih mimpi
jauh, tak terkira
sebuah peluk kau layangkan 
penambah rindu hati

untaian maaf demi maaf 
semoga kau tak menampik
ucapan selamat tinggal
semoga kau tak menolak

perjalanan panjang
karang tajam
terik siang
dingin malam
ku lalui tuk meraih mimpi
tuk buat kau bangga,
tak akan buat kau menyesal

sampai suatu hari,
ku pergi, takkan kembali
usahlah sedih
usahlah perih
putarlah roda kehidupanmu
kehidupanku telah usai

sampai bertemu di tempat yang lebih indah,
Ibu

Surga..

seorang lelaki terkapar lemas
penuh luka, penuh dosa
penuh siksa, tak dapat menolak
diperempatan ia bertanya pada seorang pencopet
"maaf, kemana arah menuju surga?"
kata pencopet,
"saya buta arah mas, maaf"

Selasa, 02 Agustus 2011

Kamar Berasap

malam sunyi
sebuah catatan sejarah peneman kali ini
dingin, tak tau harus melaju kemana
sebatang rokok kunyalakan
di kamar, sendiri
sebuah asbak menemani
masih membaca sebuah catatan
terus mengasap, terus membaca
tak pandang waktu, tak pandang resiko
semakin berasap
mataku perih, memerah
semakin pendek rokok kuhisap, semakin pendek usiaku di dunia
tak peduli, aku hanya ingin hidup dengan jalanku
telah habis, 
kumatikan rokok didalam asbak berbentuk mobil itu
terlalu berani kulakukan seperti ini
semakin berasap
semakin perih
bau tembakau masih ada
semoga hilang saat pagi
terima kasih rokok, terima kasih catatan sejarah
berkat kalian kau buat asap di kamarku.

Senin, 01 Agustus 2011

Roman Taman Bacaan

siapa dia?
mempesona
dibalik rak
ruangan redup
dia cantik
tak banyak gerak
tetap tenang, tetap terjaga
semakin mendekat
hanya bisa mengintip
kuhampiri

sial ! hanya poster Megan Fox

1 Agustus 2011

hari ini masih mengembara
berbekal hati tuk mencinta
otak tuk berlogika
perasaan tuk mengasihi

hari ini masih kurasakan pahit
sendiri, kelam, tak berteman
semua tak peduli

berteman dengan segelas teh
sebungkus rokok ku menemuimu

ku bisa rasakan padam
lilin yang menyala di hatiku kau tiup
gelap penuh gejolak
aku ragukan ini

ini cinta?
aku belum mengerti
masih tabu, tapi penuh harap

ragaku beterbangan
nyawaku tersedot khayalan
fantasi menggelontar penuh

ku tak butuh kicauan burung
ku tak butuh terik siang
tak butuh dingin malam

buta hatiku, buta pikirku
masih lemah ku berpikir
helamkan ladang jantungku
tunggu, temani aku

bukan untuk malam ini
tapi selamanya

Negeri Beo

mati kutu !
hilang benalu
semua banyak cakap
banyak janji, banyak mimpi
semua miskin, semua hina

pemimpin? kacau
banyak janji
banyak suara
tak ada terobosan
mati !

hidup bagai burung beo
banyak cakap, tak ada gerak
bosan, datar, tak bernada
hanya raga, tak berotak

menyusut terkena panas,
meleleh terkena sinar
terpuruk, tak melawan
tertindas di injak injak

ini negeri kita,
negeri Beo

Minggu, 31 Juli 2011

Sebongkah Nirwana

ku tau sore ini kau datang,
ku tau sore ini kau kan tersenyum
ku tau sore ini kau kan tertawa

lupa ku dengan tangismu 
tak ku risaukan harap 
sesakkan dada palsuku
yang dulu, biarlah berlalu

seorang wanita datang,
penuh sinar
terang, membungkam mulut
hentikan laju darah sesaat
menghambat denyut nadi
menyilaukan

ku tak paham kau bidadari,
mendekati seraya tersenyum lembut
lembut, selembut helaian kapas 
ku elakkan luka batinku 

kau datang membawa harap baru
aku yakin ini penantian
telah lama ku menunggu
aku yakin ini akhir

semakin dekat,
kurasakan nirwana
sejuk, merasuk
dingin, menggigil jantungku
rasanya tak tau malu ku berucap 
"terima kasih, kau bawakan nirwana padaku"

Masih Bertaji

siang masih garang
panas makin garang
siap kutaklukan

aku belum padam
masih menggoncang
semangatku masih berkobar
meraung raung seperti harimau
melolong seperti serigala

hancurka siang ! rebut tahta harapan
singkirkan emosi kenangan
masih bertaji, masih seperti dulu

Rintihan Pelangi

hujan datang,
bercak membasahi dedaunan, tak pandang warna
pedih air menusuk kulitku
iringan nestapa bulirkan asa
masih pedih, tajam, keras

oh, ku rasa telah usai
kilauan cahaya
me ji ku hi bi ni yu
kemana semua ini?
masih mendung, masih gelap, masih mencekam

semua abu abu, tak ada lelayu
kalam haru menepak dada
penuh sesak, penuh gejolak

dingin membekukan otot nadiku
tak dapat ku elak
kemana pelangi?
kemana harapan?

ah! pupus sudah, selamat tinggal
aku sudah buta keindahan
aku tak bisa menari lagi,
aku tak bisa tertawa lagi

pelangi, engkau pergi

Senin, 25 Juli 2011

masih sendiri

malam ini sunyi,
kelabu, kelam, penuh derita
hawa tangis
gertakan gigi
hisapan jempol
rona memerah wajah
tak dapat lari dari bayanganku

ku harapkan malam ini syahdu,
di balik hamparan ilalang ku bernyanyi
di bawah naungan bulan ku berdendang

tak dengar kata,
tak dengar tawa,
tak rasa riang,
hanya tangis kesedihan
menambah duka hatiku pilu

dibawah batu besar ku bermimpi
tak ada celah
dingin merasuk sumsum tulang
tak dapat ku elak
tak dapat pula ku lawan
semilir air mendepak wajahku
terus menerima
ini kelam, bukan sinar

sedu romansa cinta tak ku dapat malam ini
hanya pilu, temanku
pertajam gersang hatiku

masih ada esok, ku tau semua kan berlalu
masih seperti dulu,
sendiri terpaku, pilu, tak menentu
masih sendiri

Minggu, 24 Juli 2011

Banci ?

bukan setengah lelaki, bukan setengah wanita
tapi soal cara berpikir
soal menyelesaikan masalah

bukan lari dari masalah
bukan bersembunyi
hadapi, bantai, selesaikan, injak injak

tanggung jawab?
lari? angkat tangan?
kapan mau maju?

resiko?
belum siap ada resiko?
jangan memilih

emosi? otot?
otak, pemikiran jernih, dewasa bersikap
penyelesaian tidak harus dengan berantem

konflik?
harus, itu perlu
bikin hidup lebih berkualitas

banci bukan seseorang disini, tapi lebih dari sikap dan cara berpikir
bukan lari dari realita, dan terima diperkosa kehidupan kelam
tapi bagaimana bisa mengotak atik jalan hidup kedepan
hadapi, injak injak, selesaikan
bukan menjadi banci yang lari dari masalah.

KORUPTOR

janji "realistis"
pemalas
banyak omong
pikiran busuk
terlalu jauh bermimpi
lupa omongan yang lalu
melupakan orang lain demi kepentingan pribadi
kabur
berakhir di penjara
gobloknya masih diulang

maaf, persetan untuk anda 

Senin, 11 Juli 2011

Memey itu bukan nama, tapi panggilan

Memey,
ya salah satu teman bahkan sahabat baik yang aku punya
seorang wanita keturunan cina
putih bersih
blak blakan
dan sedikit idiot mungkin hehe

kami berteman sejak SMP dan mulai dekat di akhir SMP hingga SMA ini
kami pun tak menyangka jika ia positif pindah ke Pekan Baru
kami merasa kehilangan
bukan karena cinta kami kehilangan, tapi karena sayang.

mungkin itu batu loncatanmu menuju masa depanmu esok kawan !
kami tau, kami bangga, kami senang bersamamu

selalu minta diantar dan dijemput ketika bermain bersama
menyusahkan, tapi itulah kenangan kami para teman temanmu

kami tau Pekan Baru bukan tempat yang jauh, masih dalam negara Indonesia kok
kami juga tau Pekan Baru itu tempat yang lumayang jauh
kami tak hafal peta Indonesia, 
kami tak tau dimana Pekan Baru,
yang kami tau hanya berada di kepulauan riau.

selamat jalan teman,
Memey Swesmitany 
sampai bertemu kembali dan jangan pernah lupakan kami
Arga, Andre, Albet, Ian, Krisna, Monic

Memey Swesmitany


Selamat Tinggal teman,
kami merindukanmu
jadilah yg terbaik
jangan lupakan kami
kembalilah pada Jogja 

jangan memaksaku tentang urusan Tuhan

Aku dan Tuhanku
Aku bukanlah Tuhan
dan Tuhan bukanlah aku
tapi aku adalah Tuhan untuk diriku sendiri

Aku itu satu
Tuhan itu satu
tahta Tuhan itu satu
dan ada berbagai jalan menuju itu

aku tak peduli dengan Tuhanmu
aku tak peduli dengan doamu
aku tak peduli dengan tempat ibadahmu

mengapa kalian memaksaku mengikuti Tuhanmu?
bagaimana kalau aku balik memaksamu?
akan,
marahkah?
rusuhkah?
membakar tempat ibadahkah?
membunuhkah?

sudah seberapa dalam dan jauh kau mengenal Tuhanmu?
maaf, aku tak mempedulikan itu
hidupmu dengan Tuhanmu
hidupku dengan Tuhanku
bukan, hidupku dengan Tuhanmu

dunia ini bukan hanya ada satu agama
dunia ini bukan hanya ada satu tempat ibadah
dunia ini bukan hanya ada satu kitab suci
dunia ini bukan hanya ada satu pemuka agama
dunia ini bukan hanya ada satu doa
tapi dunia ini hanya ada satu Tuhan
dan satu tujuan menuju Tuhan

banyak orang yang terlalu berlebihan menyembah Tuhan dan ia lalai bahwa ia punya misi untuk hidup di dunia dan tak peduli dengan orang lain
banyak juga orang yang tidak mempedulikan Tuhan, tapi ia lebih peduli pada sesamanya
dan mungkin aku tidak dalam keduanya

tiap minggu ke gereja , doa malam , doa makan , doa berangkat sekolah . 
itu caraku menyapa Tuhan .
dan aku tak peduli tentang caramu menyapa Tuhan 

dan yang jelas aku hanya tau, ketika kita sudah mati.
kita bisa bertemu lagi di surga ataupun di neraka .

Jumat, 08 Juli 2011

anak kecil dengan sepeda butut

pagi itu hari sabtu, aku tau itu awal masuk sekolah
ketika ku kemudi motorku tak kusangka ada seorang anak kecil mengemudi sepeda bututnya
dan sial, aku menabraknya.
anak kecil itu tak apa, akupun juga begitu
tapi sepeda bututnya? bannya?
motorku? footstepku?
bengkong

keparat untuk hari itu, mungkin itu hari sialku
padahal itu hari pertamaku memakai rosario putihku
memang aku harus bertanggung jawab, tapi ku tau uang 10ribu pun tak ada di dompetku
sial , amat sial !

ku antar anak kecil itu dan kutinggalkan sepeda bututnya
aku tak diajarkan untuk lari dari kenyataan dan lari dari tanggung jawab
resiko, konsekuensi aku sudah siap dengan itu

persetan dengan semua ini
ini proses hidupku, dan aku tak boleh lari dari ini

anak kecil itu,
aku tak tau jika anak kecilitu adalah orang miskin yang mempunyai ayah seorang petani.
rumahnya pun berhimpitanb dengan kandang sapi

kalau boleh memilih, aku tak akan menabrak anak kecil miskin itu
sekali lagi ini keparat, dan persetan untuk pagi itu dan hari itu

anak kecil dekil,
miskin,
ayah seorang petani,
rumah pengap,
sepeda oranye butut,
terima kasih atas semua itu. Ini proses hidupku.

Rabu, 06 Juli 2011

aku anjing, tak lebih dari biadab

aku dilahirkan, disayang, dan dicintai
seorang wanita melahirkanku di sebuah rumah sakit
ia berharap aku menjadi orang terhormat

aku terlahir seperti anjing, yang selalu menggonggong
kadang aku setia namun kadangpula aku memberontak

tak lebih dari seekor anjing aku berdiri tegap menghancurkan siang
aku bisa menangis, tapi tunggu aku tidak akan menangisi sesuatu yang konyol
aku memang anjing yang ingin seperti serigala

anjing kali ini tidak akan berbicara tentang cinta,
tapi tentang kerasnya hidup dan melunakkan garangnya siang menjadi santapan harian

aku memang anjing yang dilahirkan untuk mencabik cabik garangnya siang dan dinginnya malam
aku tak peduli siapa itu kau ! 
terhormatkah kau? anak siapakah kau? tak kupedulikan itu

aku tak peduli siapa orang tuaku dan seberapa tinggi derajatnya
yang aku tau hanyalah mereka tau dan mereka mengakui akulah anak anjing satu satunya yang mereka lahirkan didunia

anjing brengsek yang hampir seperti sampah, ya ini aku
tapi kau yang mengatakanku sampah sudahkah berkaca tentang kesampahanmu?
haha ku rasa tidak !

manusia bodoh yang penuh dosa berani berkata bahwa anjing sepertiku lebih tidak berguna darinya?
idiologi darimana?
bahkan Aristoteles dan Pascal pun tak pernah berbicara seperti itu

ya, aku memang anjing yang biadab
aku tak berani mengatakan bahwa aku adalah manusia suci
dan aku juga tak pantas disebut manusia penuh dosa
lebih baik aku menjadi anjing biadab yang hampir menjadi sampah tapi tau dosa itu apa
haha ya ! anjing keparat bangsat yang tak lebih dari seorang bajingan mencoba mencari jati dirinya

yang kencing berdiri tak tau tempat dan tak punya malu seperti aku
mati sajalah kalian para manusia yang tingkahnya mirip sepertiku !
ternyata kau tak lebih dari biadab, sama sepertiku . ANJING !

Minggu, 26 Juni 2011

tentang sebuah pilihan

SOSIAL, sebuah pilihan tentang masa depan
ini kata hatiku yang awalnya galau memilih sosial ataukah bahasa
ya, mengapa aku memilih sosial?
hal itu dikarenakan ketika aku sangat mencintai pelajaran sejarah, sosiologi dan pkn
hal yang kedua aku pernah diramal untuk masuk ke kelas sosial
hal selanjutnya banyak teman yang bilang jika aku pantas sebagai siswa sosial

banyak yang bilang anak sosial cenderung urakan
memang, justru di dalam kelas sosial ini kita bisa mengetahui kenakalan anak Indonesia dan memahami seberapa jauh urakan anak Indonesia
hal ini negatif?
1% iya, 99% tidak
mengapa? justru dengan masuk ke kelas sosial kita bisa berkonflik dengan anak yang katanya nakal dan urakan. ini adalah sebuah keberagaman, karena tidak semua di dunia itu baik
justru dengan berkonflik sosial inilah yang membuat kita semakin berkualitas
namun dengan berkonflik yang tidak menggunakan otot bung !
selain itu juga menjadi siswa sosial sangat perlu menerapkan atau mempraktekan di dalam dunia bermasyarakat
bukan mempraktekkan di sebuah ruangan pengap dan pinggir pinggirnya berisi lemari lemari kaca yang penuh dengan alat yang disebut "laboratorium"

orang tua bilang, masuk ipa masa depannya lebih terjamin
adakah bukti yang kuat jika anak ipa hidup lebih terjamin?
taukah kalau diatas langit masih ada langit?
ada pengusaha yang sukses tapi ada juga arsitek yang miskin order lo
jadi semua tergantung pada kerja keras
memang orang tua mengharapkan anaknya menjadi sukses. tapi apakah IPA = SUKSES ?
bukankah KERJA KERAS = SUKSES ?

pernahkah kalian berpikir jika semua orang berbondong bondong masuk jurusan ipa dan berharap ingin jadi dokter, insinyur, arsitek dll?
dan apakah kalian pernah berpikir jika Indonesia bisa seimbang jika semua orang menjadi seperti itu?
bukankah Indonesia juga membutuhkan pengusaha yang bisa meningkatkan peredaran mata uang rupiah di dunia?
bukankah Indonesia juga butuh seorang politikus untuk semakin memajukan bangsa ini dengan pemikirannya?

bisakah kamu berpikir tentang keseimbangan?
apakah yang terjadi jika berat di IPA? atau berat di IPS?
semua butuh keseimbangan agar negara ini maju !

dan pernahkah anda memperjuangkan pilihan anda dan berani mempertanggung jawabkan pilihan anda serta berani berkonflik memperjuangkan sebuah pilihan itu?
gengsi masuk IPS? diiming imingi orang tua supaya masuk IPA?
tapi apakah sesuai dengan hati nuranimu dan kemampuan otakmu?
anak IPS tidak 100% bodoh dan anak IPA tidak 100% pintar

kebanyakan orang tua bangga jika anaknya masuk IPA, sebatas bangga? dan mungkin akan dipamerkan ke teman temannya jika anaknya masuk IPA
tapi bagaimana dengan anaknya? mblenger dengan rumus yang bejibun, mati kutu dengan soal eksak dan akhirnya? tidak naik kelas
masihkah orang tua bangga dengan hal itu? membanggakan anaknya masuk ke jurusan IPA?

tapi inilah pilihan dari sebuah hari nurani saya dan teman teman yang memilih masuk jurusan sosial
bukan karena keterpaksaan tapi lebih pada menyeimbangkan kemajuan bangsa ini kelak jika kami berhasil
kami bangga masuk kelas sosial.

dan sekali lagi, bukan gengsi tapi dari hati kami memilih ini

masihkah ada yang berani mengatakan IPS itu jelek?


pilihan ada ditangan kita, yang menentukan masa depan kita sebenarnya hanyalah kita sendiri, peran orang tua sebatas  merestui dan mengingatkan ketika kita lalai dengan pilihan kita dan terlena dengan yang lain.berterima kasihlah kepada orang tua yang membiayai kita untuk sekolah

sukses untuk teman teman yang ada di IPA dan BAHASA