SOSIAL, sebuah pilihan tentang masa depan
ini kata hatiku yang awalnya galau memilih sosial ataukah bahasa
ya, mengapa aku memilih sosial?
hal itu dikarenakan ketika aku sangat mencintai pelajaran sejarah, sosiologi dan pkn
hal yang kedua aku pernah diramal untuk masuk ke kelas sosial
hal selanjutnya banyak teman yang bilang jika aku pantas sebagai siswa sosial
banyak yang bilang anak sosial cenderung urakan
memang, justru di dalam kelas sosial ini kita bisa mengetahui kenakalan anak Indonesia dan memahami seberapa jauh urakan anak Indonesia
hal ini negatif?
1% iya, 99% tidak
mengapa? justru dengan masuk ke kelas sosial kita bisa berkonflik dengan anak yang katanya nakal dan urakan. ini adalah sebuah keberagaman, karena tidak semua di dunia itu baik
justru dengan berkonflik sosial inilah yang membuat kita semakin berkualitas
namun dengan berkonflik yang tidak menggunakan otot bung !
selain itu juga menjadi siswa sosial sangat perlu menerapkan atau mempraktekan di dalam dunia bermasyarakat
bukan mempraktekkan di sebuah ruangan pengap dan pinggir pinggirnya berisi lemari lemari kaca yang penuh dengan alat yang disebut
"laboratorium"
orang tua bilang, masuk ipa masa depannya lebih terjamin
adakah bukti yang kuat jika anak ipa hidup lebih terjamin?
taukah kalau diatas langit masih ada langit?
ada pengusaha yang sukses tapi ada juga arsitek yang miskin order lo
jadi semua tergantung pada kerja keras
memang orang tua mengharapkan anaknya menjadi sukses. tapi apakah IPA = SUKSES ?
bukankah
KERJA KERAS = SUKSES ?
pernahkah kalian berpikir jika semua orang berbondong bondong masuk jurusan ipa dan berharap ingin jadi dokter, insinyur, arsitek dll?
dan apakah kalian pernah berpikir jika Indonesia bisa seimbang jika semua orang menjadi seperti itu?
bukankah Indonesia juga membutuhkan pengusaha yang bisa meningkatkan peredaran mata uang rupiah di dunia?
bukankah Indonesia juga butuh seorang politikus untuk semakin memajukan bangsa ini dengan pemikirannya?
bisakah kamu berpikir tentang keseimbangan?
apakah yang terjadi jika berat di IPA? atau berat di IPS?
semua butuh keseimbangan agar negara ini maju !
dan pernahkah anda memperjuangkan pilihan anda dan berani mempertanggung jawabkan pilihan anda serta berani berkonflik memperjuangkan sebuah pilihan itu?
gengsi masuk IPS? diiming imingi orang tua supaya masuk IPA?
tapi apakah sesuai dengan hati nuranimu dan kemampuan otakmu?
anak IPS
tidak 100% bodoh dan anak IPA
tidak 100% pintar
kebanyakan orang tua bangga jika anaknya masuk IPA,
sebatas bangga? dan mungkin akan dipamerkan ke teman temannya jika anaknya masuk IPA
tapi bagaimana dengan anaknya?
mblenger dengan rumus yang bejibun, mati kutu dengan soal eksak dan akhirnya? tidak naik kelas
masihkah orang tua bangga dengan hal itu? membanggakan anaknya masuk ke jurusan IPA?
tapi inilah pilihan dari sebuah hari nurani saya dan teman teman yang memilih masuk jurusan sosial
bukan karena keterpaksaan tapi lebih pada menyeimbangkan kemajuan bangsa ini kelak jika kami berhasil
kami bangga masuk kelas sosial.
dan sekali lagi, bukan gengsi tapi dari hati kami memilih ini
masihkah ada yang berani mengatakan IPS itu jelek?
pilihan ada ditangan kita, yang menentukan masa depan kita sebenarnya hanyalah kita sendiri, peran orang tua sebatas merestui dan mengingatkan ketika kita lalai dengan pilihan kita dan terlena dengan yang lain.berterima kasihlah kepada orang tua yang membiayai kita untuk sekolah
sukses untuk teman teman yang ada di IPA dan BAHASA