Selasa, 04 Oktober 2011

Merindu

gelap mendekap,
yang ada hanya hitam pekat
di balik kubah tambun ini ku lemah
mengemis segaris cahaya

tergantung tak beralas,
melamun namun terbayang
memeluk angin, pengap nan gelap

semakin pekat,
bayangmu mendekat
aku menolak,
semakin kau dekat

"aku merindu", kataku
dan kau hilang beriringan terang

2 komentar:

  1. I found your site accidentally by blogwalking. Well, are these poems were made by yourself? I appreciate and furthermore, may I copy your poem, and attach that in my first project? I'll type your name and your blog address ;) Send me an email then when you consider this unimportant message to be the important one. lol

    ardelia.karisa@gmail.com

    I wait on your message.
    P.S: This message isn't become business message.

    BalasHapus
  2. terima kasih. ya ini puisi murni buatan saya. maaf baru membalas. saya tidak terlalu aktif membuka blog.
    tidak masalah kalau anda memasukkan puisi saya dalam proyek anda jika disertakan nama saya. terima kasih sudah menghargai saya. kita saling belajar :)

    BalasHapus