melodi demi melodi merusak,
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar
kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa
masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan
ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua
esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang
ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang
esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat
selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar