Minggu, 11 September 2011

Seperempat Bulan

melodi demi melodi merusak,
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar

kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa

masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan

ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua

esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang

ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang

esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat

selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar