sebuah catatan sejarah peneman kali ini
dingin, tak tau harus melaju kemana
sebatang rokok kunyalakan
di kamar, sendiri
sebuah asbak menemani
masih membaca sebuah catatan
terus mengasap, terus membaca
tak pandang waktu, tak pandang resiko
semakin berasap
mataku perih, memerah
semakin pendek rokok kuhisap, semakin pendek usiaku di dunia
tak peduli, aku hanya ingin hidup dengan jalanku
telah habis,
kumatikan rokok didalam asbak berbentuk mobil itu
terlalu berani kulakukan seperti ini
semakin berasap
semakin perih
bau tembakau masih ada
semoga hilang saat pagi
terima kasih rokok, terima kasih catatan sejarah
berkat kalian kau buat asap di kamarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar