seorang anak lelaki periang yang selalu tersenyum dan tertawa
tak ada sedikitpun raup kesedihan terpancar
berkarisma berwibawa
harapan kedua orang tuanya kelak saat ia berhasil
dipinggir jalan sambil tertawa ibunya bertanya, "apa cita-citamu nak?"
jawab sang anak,
"mati muda."
kemudian, ibu menangis.
Selasa, 30 Agustus 2011
Senin, 29 Agustus 2011
ya, Ini Malam Takbir
malam ini syahdu,
semua berkumandang, semua berteriak
gelap malam telah sirna
rembulan dan bintang punya teman kali ini
dentuman dentuman kembang api berikan komposisi gelap langit
Allahu Akbar Allahu Akbar !
seruan keras sepanjang jalan
lentera lentera cantik berikan penerang setiap jalan
ratusan anak ikut berkumandang tak kenal lelah
ya, ini hari bahagia mereka
tapi tunggu,
seorang kakek tua berjalan terseret seret dan tertatih
wajahnya lusuh, kulitnya keriput
di sebuah jalan kecil ia berjalan
dingin malam takbir tak seimbangkan panasnya api obor
ia mendekatiku dan bertanya,
"apakah ini sudah waktunya berbuka nak?"
Minggu, 28 Agustus 2011
Sudah Merdeka Bung !
bangun keparat !
ini sudah siang,
nikmatkah dijajah? reruntuhan masih ada bung !
puing-puing belum sirna
sisa-sisa masih melekat
bangun kembali !
merdeka masih membara?
atau sudah sirna?
bangun !
kapan mau maju jika melulu dimanja ?
ini sudah siang,
nikmatkah dijajah? reruntuhan masih ada bung !
puing-puing belum sirna
sisa-sisa masih melekat
bangun kembali !
merdeka masih membara?
atau sudah sirna?
bangun !
kapan mau maju jika melulu dimanja ?
Sabtu, 27 Agustus 2011
Tergantung
seorang pria terdiam
bimbang terbentang, masih diambang
seorang wanita menawan datang menghampiri,
"maafkan aku"
"adakah salah? aku tidak merasa tergantung", sahut pria itu
wanita itu menjawab, "aku menyayangimu!"
"sebatas kemarin sore kah? aku tau itu", tegas pria
semakin geram,
terus menerus memukuli batang oak
darah bercucuran, memar menghantar
lalu pria itu berkata,
"aku terjebak skenariomu"
kemudian hilang.
bimbang terbentang, masih diambang
seorang wanita menawan datang menghampiri,
"maafkan aku"
"adakah salah? aku tidak merasa tergantung", sahut pria itu
wanita itu menjawab, "aku menyayangimu!"
"sebatas kemarin sore kah? aku tau itu", tegas pria
semakin geram,
terus menerus memukuli batang oak
darah bercucuran, memar menghantar
lalu pria itu berkata,
"aku terjebak skenariomu"
kemudian hilang.
Sabtu, 20 Agustus 2011
Ampun DJ
bola disko berputar
karpet merah menghantar
menuju ruangan penuh kilauan lampu disko
sorotan tajam lampu tak kuasa menyilaukan
semua tersorot, semua terkagum
DJ mulai memainkan lagu
tak kuasa badan bergetar
ikuti irama berdendang
disko tlah di mulai bung !
bangkit ! berjogetlah !
penonton terpaku,
aktornya adalah wanita
AMPUN DJ !
Senin, 08 Agustus 2011
Dinding Lembab
meratap ku sendiri
tak ada kawan ku berdiri
lemah aku menopang,
dosa ini sungguh berat
mengasap melembab
mencari dimana pencipta di ujung hidup
tak dapat lari, hanya bisa menangis
sungguh ku lukai Kau
ku ingin kembali
kemana Kau? ku tak bisa mencari
dan ku menempel dinding lembab ini
ku meratap,
"masihkah ku berarti di mata-Mu?"
tak ada kawan ku berdiri
lemah aku menopang,
dosa ini sungguh berat
mengasap melembab
mencari dimana pencipta di ujung hidup
tak dapat lari, hanya bisa menangis
sungguh ku lukai Kau
ku ingin kembali
kemana Kau? ku tak bisa mencari
dan ku menempel dinding lembab ini
ku meratap,
"masihkah ku berarti di mata-Mu?"
Minggu, 07 Agustus 2011
Tarian Lelaki
semua berteriak !
ruangan bergemuruh
musik dimulai, semua hanyut terdiam
tak ada kata, tak ada benak
semua luluh
selalu semangat tak kenal keringat
cucuran tak pandang lawan
selalu menggembira
bukan gila ! hanya kegirangan
semua menikmati, semua tertawa
goyangan bohay kelelakian bergeliat
ngawur tapi melentur
banyolan bukan tangisan
semakin bersemangat, semakin semua berteriak
keringatmu untuk mereka
semangatmu untuk mereka
mereka bukan hanya dia dan dia
rusak suasana hening jadi luapan emosi gembira penuh tawa
mungkin ini rayuan godaan klise
semakin menghibur
bersemangatlah, lelaki
Sabtu, 06 Agustus 2011
Mampir Mati
Astaga !
mimpi apa aku semalam
tak ada bisikan
kau datang tak kenal tujuan
sakit meronta
ku kenal dia sebelumnya
kini menghampiriku
memasuki lorong lembab
menuju titik terang
kulihat taman firdaus
sunyi, hanya aku dan dia
semakin dekat,
dan seorang berbisik
"kembali, bukan sekarang waktumu"
gegas ku kembali
kubuka mata
terkejut aku semua lari
dan aku masih di dalam peti
Kamis, 04 Agustus 2011
Hawa
terima kasih kau lahirkanku
tak pedulikan nyawamu
kau lahirkanku di dunia
tak pedulikan tenagamu
kau keluarkanku ditengah kerasnya dunia
ajaran demi ajaran kau beri
penambah semangatku
kelak, ku akan pergi
bukan untuk meninggalkanmu
tapi untuk mengembara meraih mimpi
jauh, tak terkira
sebuah peluk kau layangkan
penambah rindu hati
untaian maaf demi maaf
semoga kau tak menampik
ucapan selamat tinggal
semoga kau tak menolak
perjalanan panjang
karang tajam
terik siang
dingin malam
ku lalui tuk meraih mimpi
tuk buat kau bangga,
tak akan buat kau menyesal
sampai suatu hari,
ku pergi, takkan kembali
usahlah sedih
usahlah perih
putarlah roda kehidupanmu
kehidupanku telah usai
sampai bertemu di tempat yang lebih indah,
Ibu
Surga..
seorang lelaki terkapar lemas
penuh luka, penuh dosa
penuh siksa, tak dapat menolak
diperempatan ia bertanya pada seorang pencopet
"maaf, kemana arah menuju surga?"
kata pencopet,
"saya buta arah mas, maaf"
penuh luka, penuh dosa
penuh siksa, tak dapat menolak
diperempatan ia bertanya pada seorang pencopet
"maaf, kemana arah menuju surga?"
kata pencopet,
"saya buta arah mas, maaf"
Selasa, 02 Agustus 2011
Kamar Berasap
malam sunyi
sebuah catatan sejarah peneman kali ini
dingin, tak tau harus melaju kemana
sebatang rokok kunyalakan
di kamar, sendiri
sebuah asbak menemani
masih membaca sebuah catatan
terus mengasap, terus membaca
tak pandang waktu, tak pandang resiko
semakin berasap
mataku perih, memerah
semakin pendek rokok kuhisap, semakin pendek usiaku di dunia
tak peduli, aku hanya ingin hidup dengan jalanku
telah habis,
kumatikan rokok didalam asbak berbentuk mobil itu
terlalu berani kulakukan seperti ini
semakin berasap
semakin perih
bau tembakau masih ada
semoga hilang saat pagi
terima kasih rokok, terima kasih catatan sejarah
berkat kalian kau buat asap di kamarku.
Senin, 01 Agustus 2011
Roman Taman Bacaan
siapa dia?
mempesona
dibalik rak
ruangan redup
dia cantik
tak banyak gerak
tetap tenang, tetap terjaga
semakin mendekat
hanya bisa mengintip
kuhampiri
sial ! hanya poster Megan Fox
mempesona
dibalik rak
ruangan redup
dia cantik
tak banyak gerak
tetap tenang, tetap terjaga
semakin mendekat
hanya bisa mengintip
kuhampiri
sial ! hanya poster Megan Fox
1 Agustus 2011
hari ini masih mengembara
berbekal hati tuk mencinta
otak tuk berlogika
perasaan tuk mengasihi
hari ini masih kurasakan pahit
sendiri, kelam, tak berteman
semua tak peduli
berteman dengan segelas teh
sebungkus rokok ku menemuimu
ku bisa rasakan padam
lilin yang menyala di hatiku kau tiup
gelap penuh gejolak
aku ragukan ini
ini cinta?
aku belum mengerti
masih tabu, tapi penuh harap
ragaku beterbangan
nyawaku tersedot khayalan
fantasi menggelontar penuh
ku tak butuh kicauan burung
ku tak butuh terik siang
tak butuh dingin malam
buta hatiku, buta pikirku
masih lemah ku berpikir
helamkan ladang jantungku
tunggu, temani aku
bukan untuk malam ini
tapi selamanya
berbekal hati tuk mencinta
otak tuk berlogika
perasaan tuk mengasihi
hari ini masih kurasakan pahit
sendiri, kelam, tak berteman
semua tak peduli
berteman dengan segelas teh
sebungkus rokok ku menemuimu
ku bisa rasakan padam
lilin yang menyala di hatiku kau tiup
gelap penuh gejolak
aku ragukan ini
ini cinta?
aku belum mengerti
masih tabu, tapi penuh harap
ragaku beterbangan
nyawaku tersedot khayalan
fantasi menggelontar penuh
ku tak butuh kicauan burung
ku tak butuh terik siang
tak butuh dingin malam
buta hatiku, buta pikirku
masih lemah ku berpikir
helamkan ladang jantungku
tunggu, temani aku
bukan untuk malam ini
tapi selamanya
Negeri Beo
mati kutu !
hilang benalu
semua banyak cakap
banyak janji, banyak mimpi
semua miskin, semua hina
pemimpin? kacau
banyak janji
banyak suara
tak ada terobosan
mati !
hidup bagai burung beo
banyak cakap, tak ada gerak
bosan, datar, tak bernada
hanya raga, tak berotak
menyusut terkena panas,
meleleh terkena sinar
terpuruk, tak melawan
tertindas di injak injak
ini negeri kita,
negeri Beo
hilang benalu
semua banyak cakap
banyak janji, banyak mimpi
semua miskin, semua hina
pemimpin? kacau
banyak janji
banyak suara
tak ada terobosan
mati !
hidup bagai burung beo
banyak cakap, tak ada gerak
bosan, datar, tak bernada
hanya raga, tak berotak
menyusut terkena panas,
meleleh terkena sinar
terpuruk, tak melawan
tertindas di injak injak
ini negeri kita,
negeri Beo
Langganan:
Komentar (Atom)