Kau yang tau luka dariku buatmu terbelenggu
Entah mengapa selalu firasatmu berkata begitu
Dari firasatmu tak kuharapkan sendu
Kau bariskan pandanganmu dan kepercayaanmu pada firasatmu
Yang selalu menjadi belengguku
Kau percayai firasatmu,
Ku nodai janjiku
Jika saja bisa ku bunuh firasatmu
Kekal bagiku bahagia bersamamu.
Stodgy Poems
perkenalkan
Rabu, 09 April 2014
Minggu, 10 November 2013
Rindu Sendu
kau yang tau,
seberapa besar rindumu padaku
yang membuat kantung di matamu mencair
hingga kau sendu.
jangan kau cari rindumu
tangkaslah sendumu
karenaku telah pergi,
pergi bersama langit yang membiru berbaur gelap
hingga ketika kau menatapnya
rindu dan sendumu mengudara dan bersatu denganku.
Jumat, 05 April 2013
Selasa, 04 Oktober 2011
Merindu
gelap mendekap,
yang ada hanya hitam pekat
di balik kubah tambun ini ku lemah
mengemis segaris cahaya
tergantung tak beralas,
melamun namun terbayang
memeluk angin, pengap nan gelap
semakin pekat,
bayangmu mendekat
aku menolak,
semakin kau dekat
"aku merindu", kataku
dan kau hilang beriringan terang
Minggu, 25 September 2011
Sukmamu
angin yang membawamu
memikul alunan sejuk
terik tak ku harap datang
mewangi kian semerbak,
menampik curiga ku dibuatnya
melamun kemudian mengembun,
mewangi kemudian merasuk
sukmamu,
ragamu dan harapmu
bersatu membentuk melodi
memikul alunan sejuk
terik tak ku harap datang
mewangi kian semerbak,
menampik curiga ku dibuatnya
melamun kemudian mengembun,
mewangi kemudian merasuk
sukmamu,
ragamu dan harapmu
bersatu membentuk melodi
Minggu, 11 September 2011
Seperempat Bulan
melodi demi melodi merusak,
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar
kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa
masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan
ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua
esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang
ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang
esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat
selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar
kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa
masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan
ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua
esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang
ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang
esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat
selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku
Langganan:
Komentar (Atom)


