Minggu, 25 September 2011

Sukmamu

angin yang membawamu
memikul alunan sejuk
terik tak ku harap datang

mewangi kian semerbak,
menampik curiga ku dibuatnya

melamun kemudian mengembun,
mewangi kemudian merasuk

sukmamu,
ragamu dan harapmu
bersatu membentuk melodi

Minggu, 11 September 2011

Seperempat Bulan

melodi demi melodi merusak,
menghempas belum terasa
meletup belum terdengar

kian merasuk, kian menusuk
ku lemas, ku terlena
belum terlalu terasa

masih seperempat bulan,
belum penuh belum maksimal
malam masih panjang,
ku tau itu seperempat jalan

ku simak bulan melingkar penuh,
ku bayangkan bulan nan penuh,
namun tak kunjung penuh jua

esok kita terakhir bersua,
harapku bulan menjadi penuh
bulat, kuning, terang
namun tak kunjung jua datang

ambigu kian membelenggu
mengusang semakin usang

esok ketika ku bangun dari tidur panjangku,
ku mau bulan melingkar penuh
ketika bertemu,
ketika kau pergi,
kumau bulan penuh tak lagi seperempat

selamat tinggal, aku bersamamu
walau hanya nyawaku

aku malu

ronamu masih berbisik,
menarik mungkin menggelitik
nistaku meluap,
mengkristal menjadi padam
gelap, ku hanya menari
membayangkan ronamu

ku peluk namun tak mampu
ku cium namun kau pergi
ku kejar namun tak sampai
semakin jauh, mengecil
mengecil semakin mengecil

sampai tiba waktuku
ku kan mengejarmu
aku malu,
duduk di atas kursi rodaku

Jumat, 02 September 2011

ludahilah aku

tolong !
ku tak bisa tenggelam !
aku haus , aku lapar
aku hina , aku sampah
aku tak bisa lagi menggerutu
aku tak bisa lagi menangis
aku tak bisa lagi lapar

ingin ku kembali menjadi kaum terbuang
penuh siksa , penuh luka
ku tak dapat bernapas disini
tolong ! tolonglah aku !
kembalikan aku ke duniaku
sampah ! dunia sampah

ku butuh oksigenku, ku butuh ludahmu
ludahilah aku